Senin, 15 April 2013

#

KHASIAT MADU MENURUT PANDANGAN ISLAM

Dalam Islam, madu adalah salah satu “obat penyembuh” yang paling valid referensinya, karena bersumber langsung dari Al Qur’an dan Al Hadist. Madu adalah penyembuh alami yang sudah ada di alam ini, yang telah disediakan Sang Maha Pencipta dengan segala keagungan-Nya. Tapi sayangnya di abad modern ini, manusia kebanyakan memilih untuk menggunakan “obat-obat buatan” yang diracik secara kimiawi untuk pengobatannya, yang memiliki efek negatif untuk penggunaan jangka panjang.
Berikut landasan-landasan Islam tentang keutamaan madu:
…Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 69)
Diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas r.a.: Nabi Saw. pernah bersabda, “Kesembuhan ada dalam 3 hal: syarbah ‘asl(minum madu), syarthah mihjam (berbekam) dan kayyah narin (membakar bagian tubuh dengan besi) tetapi aku melarang umatku membakar bagian tubuh dengan besi.”
Diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Kudri r.a.: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “ Saudaraku sedang mengalami sakit perut” kemudian Rasulullah, SAW berkata kepada laki-laki tersebut, “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali kepada Rasulullah, SAW dan beliau berkata kembali “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali untuk ketiga kalinya dan Rasulullah tetap berkata “Suruh dia minum madu” , kemudian laki-laki itu kembali dan berkata “ Sudah saya lakukan ya Rasulallah”, kemudian Rasulullah SAW bersabda “Allah telah menyampaikan yang benar, tetapi perut saudaramu berbohong, suruh dia minum madu”. Kemudian laki-laki itu meminta saudaranya untuk kembali minum madu dan dia sembuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan kirim komentar jika ada yang kurang paham